Langsung ke konten utama

Ku Kenang Kau dengan Sajak

Pernah kita melewati hari-hari penuh ceria bersama
Menikmati pahit manis kisah sejak kita masih pipis di celana
Semua kita lalui dengan penuh bahagia
Meski usia kita tidaklah sama
Tak peduli yang penting kita seirama

Dari bermain bola di sore hari
Hingga bermain gaple di malam hari
Semua masih ku ingat setiap hari
Sangat jelas di kepalaku meski tak kutulis bak diari

Hebatnya kisah yang kita jalani tak satupun buruk
Kau selalu ada saatku terpuruk
Walaupun aku tak jarang melakukan hal-hal busuk
Senyumanmu lah yang membuat ku terketuk

Aku yakin, bukan cuma aku yang punya kenangan manis bersamamu
Terlebih keluarga dan istrimu
Aku selalu merasa beruntung pernah menjadi sahabatmu
Tak ada seorangpun temanku yang selalu kucari sepertimu

Tahukah kau bagaimana getaran dalam hatiku setahun yang lalu?
Ya, saat kakakmu memberi kabar tentang kepergianmu
Awalnya tak ada rasa percaya sedikitpun dipikiranku
Namun, saat ku melihat sendiri tubuhmu yang terbujur kaku
Baru aku percaya kalau kakakmu tidak menipu

Hari ini tepat setahun kau pergi
Kadang aku merasa kau masih di sini
Kehadiranmu di kantor selalu ku nanti
Tapi pahit terasa saat menyadari kalau kenyataanya kau telah pergi

Semoga selalu bahagia di sana, Kil!






Komentar

Postingan populer dari blog ini

May Day 2014

Di bawah kuasa tirani, kususuri garis jalan ini berjuta kali turun aksi, bagiku satu langkah pasti...









Perkampungan Nelayan Muara Angke.

Perkampungan Nelayan Muara Angke
Hari demi hari selalu kami habiskan bersama kapal, jala, dan laut. Di sini, di kampung nelayan, tempat di mana kami para nelayan berjuang demi kelangsungan hidup.

Sampah, bangkai, genangan air, bau amis dan hewan tak bertuan sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Tapi kami tetap bahagia dengan itu semua, karena di sini kami selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh tuhan yang maha Esa.


Sibuk Kembali